Waktu Baca: 2 Menit
Melihat bercak darah saat Si Kecil buang air besar tentu membuat Moms cemas. Meski tampak mengkhawatirkan, penyebab anak BAB berdarah tidak selalu berkaitan dengan kondisi darurat.
Pada beberapa kasus, darah pada feses anak bisa berasal dari gangguan pencernaan ringan yang masih dapat ditangani di rumah. Kunci utamanya adalah memahami penyebabnya, mengenali tanda bahaya, dan mengetahui langkah penanganan yang tepat.
Kenali Warna Darah pada Feses Anak
Warna darah yang muncul dapat memberi petunjuk awal mengenai lokasi perdarahan di saluran pencernaan anak. Berikut panduan untuk mengenali letak masalahnya:
- Merah cerah, menandakan gangguan di bagian akhir saluran pencernaan, seperti area rektum atau anus (misalnya luka karena sembelit).
- Merah tua, mengindikasikan adanya masalah di bagian tengah saluran pencernaan, seperti pada usus halus.
- Hitam pekat, menunjukkan adanya perdarahan di bagian awal saluran pencernaan, yakni area lambung atau usus halus bagian atas.
Penyebab BAB Anak Berdarah
Berikut adalah beberapa penyebab umum BAB anak berdarah yang perlu Moms ketahui:
1. Fisura Ani
Fisura ani adalah luka atau robekan kecil pada dinding anus yang biasanya muncul setelah mengejan akibat feses yang keras.
2. Hemoroid (Ambeien)
Wasir atau ambeien yang dipicu oleh tekanan berlebih saat mengejan, misalnya ketika sedang sembelit. Kondisi ini terjadi akibat pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus yang kemudian memicu munculnya bercak darah segar saat buang air besar.
3. Infeksi Usus
Apabila infeksi usus tergolong cukup parah, hal ini dapat menimbulkan luka terbuka yang biasanya akan keluar saat buang air besar.
4. Alergi Protein Susu Sapi
BAB berdarah juga bisa dipicu oleh kolitis alergi, yaitu bentuk reaksi imun terhadap protein dalam susu sapi. Protein tersebut dapat tersalurkan melalui ASI maupun susu formula (jika ASI tidak bisa diberikan), yang kemudian memicu peradangan pada usus hingga menyebabkan munculnya bercak darah pada feses Si Kecil.
Baca Juga: BAB Anak Warna Hijau: Normal atau Tidak
Pertolongan Pertama saat BAB Anak Berdarah
Jika darah yang keluar sedikit dan Si Kecil masih aktif, Moms bisa melakukan beberapa langkah berikut sebagai cara mengatasi anak BAB berdarah di rumah:
- Tetap tenang dan amati warna serta jumlah darah pada feses
- Pastikan asupan serat dari buah dan sayur sesuai usia anak
- Cukupi kebutuhan cairan harian
- Ajak anak tetap aktif bergerak
- Biasakan anak tidak menunda buang air besar dan hindari mengejan berlebihan
Hal yang Perlu Dihindari saat BAB Anak Berdarah
Agar kondisi Si Kecil tidak memburuk, Moms sebaiknya menghindari tiga hal berikut:
1. Hindari Mengejan Terlalu Kuat
Terlalu sering atau kuat mengejan saat BAB dapat memperparah luka kecil di sekitar anus dan memicu perdarahan lebih banyak.
2. Hindari Makanan Pemicu Iritasi
Makanan pedas, asam, dan tinggi lemak dapat mengiritasi saluran pencernaan dan memperberat keluhan.
3. Hindari Memberikan Obat Sembarangan
Pemberian obat pencahar, antibiotik, atau obat herbal tanpa anjuran tenaga kesehatan dapat memperburuk iritasi saluran cerna dan menyulitkan penegakan diagnosis.
Apakah BAB Berdarah pada Anak Berbahaya?
BAB berdarah pada anak bisa menjadi kondisi berbahaya dan memerlukan penanganan medis segera jika disertai salah satu atau beberapa tanda berikut:
- Darah terus keluar setiap kali buang air besar
- Warna feses sangat gelap (hitam pekat) atau merah tua
- Muntah darah
- Nyeri hebat pada perut atau area anus yang tidak membaik
- Demam tinggi, mual, muntah, dan sulit buang air besar
Tips Mencegah BAB Anak Berdarah
Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Moms terapkan untuk menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil:
- Tidak menunda buang air besar
- Tidak membiasakan mengejan terlalu kuat jika belum merasa ingin buang air besar
- Hindari duduk terlalu lama atau bermain di dalam toilet karena memberi tekanan berlebih pada pembuluh darah anus yang memicu risiko wasir
- Minum banyak air dan konsumsi makanan tinggi serat
Dukung Kesehatan Saluran Cerna Si Kecil dengan Lactogrow Pro
Selain membiasakan pola makan seimbang dan gaya hidup aktif, Moms juga dapat mendukung kesehatan saluran cerna Si Kecil dengan pilihan nutrisi yang tepat.
LACTOGROW PRO 1+ untuk anak usia 1–3 tahun dan LACTOGROW PRO 3+ untuk anak usia 4–5 tahun adalah satu-satunya susu pertumbuhan dengan Lactobacillus reuteri yang terbukti secara klinis dapat mendukung kesehatan pencernaan anak, diperkaya dengan Omega 3 & 6, prebiotik Inulin, 13 vitamin, dan 7 mineral.
Pertanyaan Seputar BAB Anak Berdarah
- Apa saja penyebab BAB berdarah pada anak?
Penyebab umum meliputi sembelit, luka pada anus (fisura), infeksi usus, atau alergi makanan.
- Bagaimana membedakan darah akibat sembelit dan kondisi lain?
Darah akibat sembelit biasanya berwarna merah segar dan muncul setelah feses keras.
- Kapan BAB berdarah perlu penanganan medis?
Jika darah banyak, berulang, disertai demam, diare, atau anak tampak lemas.
Referensi:
- Johns Hopkins Medicine. (n.d). What Can Your Child's Poop Color Tell You? Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/stool-color-guide
- Cleveland Clinic. (2023). Rectal Bleeding (Blood in Stool): Causes, Colors & Treatments. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/14612-rectal-bleeding
- Rao, Q., & Mariner, B. (2024). Blood in stool: Causes and when to worry. Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/blood-in-stool
- Gill, K. (2024). Allergic colitis: Causes, symptoms, and treatment. MedicalNewsToday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/allergic-colitis
- Healthdirect. (2024). Blood in stool. Healthdirect. https://www.healthdirect.gov.au/blood-in-stool
- Cleveland Clinic. (2022). 5 Simple Ways To Prevent Hemorrhoids. Cleveland Clinic Health Essentials. https://health.clevelandclinic.org/5-simple-ways-you-can-prevent-hemorrhoids
Artikel Terkait